Mendidik Anak di Era Digital

 

Mendidik Anak di Era Digital

Oleh: Muhammad Nur Hidayat, M.Pd *)

 

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang mempertemukan kita kembali di bulan Ramadhan, bulan penuh berkah dan ampunan. Malam ini kita akan membahas satu tema yang sangat dekat dengan kehidupan kita: Mendidik Anak di Era Digital.

Kalau dulu anak-anak kita mainnya petak umpet (sembunyi-sembunyian) di halaman rumah, sekarang mainnya “sembunyi di kamar sambil main HP”. Kalau dulu orang tua teriak, “Pulang, sudah maghrib!”, sekarang teriaknya, “Turunkan volume TikTok, sudah adzan!” Inilah realitas zaman sekarang.

Era digital memang membawa peluang besar bagi kita, diantaranya anak mudah mencari ilmu, bisa belajar lewat video, bahkan berkreasi dengan teknologi AI. Tapi ancamannya juga nyata, misalnya kecanduan game, konten negatif, dan berkurangnya interaksi sosial. Maka, sebagai orang tua, kita harus serius mendidik anak agar siap menghadapi tantangan zaman. Diantara yang bisa kita lakukan dalam mendidik anak di era digital adalah:

1.       Menanamkan Nilai Agama Sejak Dini

Salah satu teladan terbaik dalam mendidik anak adalah Luqman al-Hakim. Dalam QS. Luqman ayat 13, beliau menasihati anaknya dengan penuh kasih:

وَإِذْ قَالَ لُقْمَٰنُ لِٱبْنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَىَّ لَا تُشْرِكْ بِٱللَّهِ ۖ إِنَّ ٱلشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

"Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar."

Pesan ini mengingatkan kita bahwa pendidikan tauhid dan akhlak adalah pondasi utama. Tauhid sebagai landasan sikap kita kepada Allah, akhlak sebagai landasan sikap kita kepada sesama manusia.

Kalau orang tua merasa kurang mampu, jangan malu untuk memondokkan anak, mengajak ke madrasah diniyah, atau mendatangkan guru ngaji ke rumah. Ingat, anak adalah investasi terbaik di akhirat. Tidak ada yang kita harapkan doanya, kecuali anak yang saleh yang mendoakan kita kelak.

 

2.       Mengajarkan Etika Digital

Anak-anak kita tumbuh di dunia yang hampir setiap hari tak lepas dari gadget. Maka penting mengajarkan etika digital atau bahasa kerennya digital ethic di dunia maya. Etika digital ini penting karena tanpa etika, anak bisa terjebak dalam cyberbullying, hoaks, atau jejak digital buruk. Allah Swt. telah memberikan panduan moral dalam mengajarkan etika digital kepada anak melalui Surah Al-Hujurat ayat 11 dan 13.

Ayat 11: larangan mengolok-olok, mencela, atau memberi julukan buruk.

 

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِّنْ قَوْمٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُوْنُوْا خَيْرًا مِّنْهُمْ وَلَا نِسَاۤءٌ مِّنْ نِّسَاۤءٍ عَسٰٓى اَنْ يَّكُنَّ خَيْرًا مِّنْهُنَّۚ وَلَا تَلْمِزُوْٓا اَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوْا بِالْاَلْقَابِۗ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوْقُ بَعْدَ الْاِيْمَانِۚ وَمَنْ لَّمْ يَتُبْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ

 

Ayat 13: kemuliaan manusia diukur dari takwa, bukan status sosial.

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَاۤىِٕلَ لِتَعَارَفُوْاۚ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَتْقٰىكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

 

Etika komunikasi di dunia maya sama pentingnya dengan etika di dunia nyata. Jangan asal share tanpa verifikasi, karena bisa menimbulkan fitnah dan perpecahan. Kalau dulu orang salah bicara bisa ditegur tetangga, sekarang salah posting bisa ditegur netizen sedunia. Jadi hati-hati, jari-jari kita bisa lebih tajam daripada pedang.

 

3.       Orang Tua Harus Menjadi Teladan

Anak belajar dari contoh. Kalau orang tua rajin sholat, anak akan ikut. Kalau orang tua sibuk main HP saat makan, jangan heran anak juga begitu. Jadi, sebelum kita menasehati anak, mari kita perbaiki diri. Anak itu bukan hanya mendengar, tapi juga meniru. Kalau orang tua bilang, “Nak, jangan kebanyakan main HP,” lalu anak menjawab, “Tapi Ayah juga begitu…” Nah, itu tandanya kita sedang bercermin lewat mulut anak sendiri.

 

Mendidik anak di era digital bukan berarti melarang teknologi, tapi membekali mereka dengan iman, akhlak, dan etika. Orang tua harus hadir sebagai teladan, bukan sekadar pengawas. Semoga Allah menjadikan anak-anak kita generasi yang kuat imannya, cerdas pikirannya, dan mulia akhlaknya. Dan semoga kita sebagai orang tua diberi kesabaran serta kebijaksanaan dalam mendidik mereka.

 

Pantun 1:

Pergi ke pasar membeli kurma, 

Jangan lupa ditambah teh manis. 

Didiklah anak dengan agama, 

Agar hidupnya selalu harmonis. 

 

Pantun 2:

Bulan Ramadhan penuh cahaya, 

Malam tarawih terasa asyik. 

Anak beretika di dunia maya, 

Orang tua harus jadi teladan yang baik.

 *) Penulis adalah Muballigh LDNU Kota Bontang

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjaga Sikap Positif dalam Bermedia Sosial

Ramadhan dan Kepedulian Lingkungan

Ramadhan Terbaik: Syukur dan Kesungguhan dalam Berpuasa