AGAR TUJUAN PUASA TERCAPAI


Kita semua tahu bahwa tujuan utama puasa adalah menjadikan kita hamba-hamba yang bertakwa. Hal ini ditegaskan Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 183:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.”

Jadi, puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi sebuah latihan spiritual agar kita semakin dekat kepada Allah. Lalu, bagaimana caranya supaya tujuan mulia ini benar-benar tercapai? Ada beberapa kiat yang bisa kita lakukan:

1.        Meluruskan Niat

Segala amal ibadah bergantung pada niat. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى

Artinya: “Sesungguhnya setiap amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesuai dengan apa yang diniatkan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya, kalau niat kita hanya sekadar ikut-ikutan atau ingin dipuji, maka hasilnya pun sebatas itu. Tetapi kalau niat kita ikhlas karena Allah, maka puasa akan menjadi jalan menuju takwa.

2.        Membekali Diri dengan Ilmu

Ibarat kita mau bepergian, ilmu itu peta. Kalau peta salah, kita tidak akan sampai ke tujuan. Begitu juga puasa, tanpa ilmu kita bisa salah langkah. Syeikh Ibnu Ruslan berkata dalam kitab Matan Zubad:

وَكُلُّ  مَنْ بِغَيْرِ عِلْمٍ يَعْمَلُ # أَعْمَالُهُ مَرْدُوْدَةٌ لَا تُقْبَلُ

Artinya: “Setiap orang yang beramal tanpa ilmu, maka amalnya ditolak dan tidak diterima.”

Maka penting bagi kita belajar: apa yang membatalkan puasa, apa yang mengurangi pahala, dan bagaimana adab-adabnya. Dengan ilmu, puasa kita akan lebih terarah.

3.        Menjauhi Hal-Hal yang Sia-Sia

Puasa bukan hanya menahan makan dan minum, tetapi juga menahan diri dari hal-hal yang tidak bermanfaat. Rasulullah SAW bersabda:

مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ

Artinya: “Di antara kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat.” (HR. Tirmidzi)

Artinya, jangan sampai kita berpuasa tapi waktu kita habis untuk gosip, marah-marah, atau aktivitas yang tidak berguna. Puasa harus membuat kita lebih tenang, sabar, dan produktif.

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramadhan Terbaik: Syukur dan Kesungguhan dalam Berpuasa

Memperbaiki Kualitas Sholat