Postingan

Menjaga Sikap Positif dalam Bermedia Sosial

Disadari atau tidak, kita saat ini hidup di dua dunia sekaligus: dunia nyata dan dunia maya. Hampir semua dari kita punya media sosial—WhatsApp, Instagram, Facebook, YouTube, dan lain-lain. Media sosial itu ibarat dua mata pisau: bisa dipakai untuk masak, bisa juga melukai. Nah, masalahnya, ada orang yang pakai pisau bukan untuk masak, tapi untuk “ngegas” di kolom komentar. Padahal kalau pisau dipakai untuk masak, hasilnya bisa bikin kenyang. Kalau dipakai untuk melukai, hasilnya bikin orang sakit hati. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika kita bermedia sosial, diantaranya: 1.    Jaga Lisan, Jaga Jempol Rasulullah SAW bersabda: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari-Muslim) Di zaman sekarang, “lisan” bukan hanya mulut, tapi juga jempol kita. Jangan sampai jempol lebih cepat daripada akal. A...

Menjadikan Bulan Ramadhan sebagai Momentum untuk Bertaubat

  Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah, kita dipertemukan lagi dengan Ramadhan, bulan penuh rahmat dan ampunan. Dalam bulan Ramadhan ini pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, setan dibelenggu. Jadi kalau masih ada yang malas ibadah, jangan salahkan setan lagi ya.. Mungkin itu ‘setan dalam diri sendiri’ yang belum ikut dibelenggu. Baginda Nabi Saw. bersabda: إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ، فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ Artinya: Apabila datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu (HR Bukhari).  Dari hadis tersebut dapat diambil sebuah Kesimpulan bahwa Ramadhan adalah kesempatan emas untuk membersihkan diri dari dosa dan bertaubat atas segala salah yang pernah kita perbuat. Karena di bulan ini hati lebih lembut karena puasa, lingkungan lebih religius, masjid ramai, dan setan dibelenggu, jadi lebih mudah menjaga diri. Syeikh Muhyid...

Ramadhan Terbaik: Syukur dan Kesungguhan dalam Berpuasa

 Ramadhan Terbaik: Syukur dan Kesungguhan dalam Berpuasa Oleh: Muhammad Nur Hidayad, M.Pd *) Khutbah I     اَلْحَمْدُ ِللّٰهِ جَعَلَ رَمَضَانَ شَهْرًا مُبَارَكًا، وَفَرَضَ عَلَيْنَا الصِّيَامَ لِأَجْلِ التَّقْوٰى. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ . اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مَحَمَّدٍ الْمُجْتَبٰى، وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ التُّقٰى وَالْوَفٰى. أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَى. فَقَالَ اللهُ تَعَالٰى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. يَاۤأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءٰمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ   Hadirin Rahimakumullah, Sejak dua bulan yang lalu, hampir setiap kita berdoa kepada Allah Swt: “Ya Allah, berkahilah kam...

AGAR TUJUAN PUASA TERCAPAI

Kita semua tahu bahwa tujuan utama puasa adalah menjadikan kita hamba-hamba yang bertakwa. Hal ini ditegaskan Allah dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 183: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” Jadi, puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi sebuah latihan spiritual agar kita semakin dekat kepada Allah. Lalu, bagaimana caranya supaya tujuan mulia ini benar-benar tercapai? Ada beberapa kiat yang bisa kita lakukan: 1.         Meluruskan Niat Segala amal ibadah bergantung pada niat. Rasulullah SAW bersabda: إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى Artinya: “Sesungguhnya setiap amal itu tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan balasan sesua...

Memperbaiki Kualitas Sholat

  Khutbah I   اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَآ إِلٰهَ إِلَّا اللهُ      وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى خَاتَمِ اْلأَنْبِيَآءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ مُحَمَّدٍ وَّعَلى اٰلِهِ      وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ                                         أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ، الْقَائِلِ فِي الْقُرْآنِ العَظيم: فَ إِنَّ ٱلصَّلَوٰةَ كَانَتْ عَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ كِتَٰبًا مَّوْقُوتًا       Maasyiral Muslimin rahimakumullah. Suatu ke...

Khutbah Jum'at: Rezekimu dalam Jaminan Alloh Swt.

 Khutbah I اَلْحَمْدُ لِلهِ وَاسِعِ الْفَضْلِ وَالْاِحْسَانِ،   اَلْكَرِيْمِ الَّذِيْ تَأَذَّنَ بِالْمَزِيْدِ لِذَوِي الشُّكْرَانِ . أَشْهَدُ أَنْ لَااِلَهَ اِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ دَائِمُ الْمُلْكِ وَالسُّلْطَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَخِيْرَتُهُ مِنْ نَوْعِ الْاِنْسَانِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالْاِحْسَانِ . أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ . أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مَخْرَجًا ۙ ، وَّيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُۗ   Maasyiral Muslimin rahimakumullah Di dalam kitab Ushfuriyyah, dikisahkan. Suatu hari Nabi Sulaiman As. bertanya kepada seekor semut. Wahai semut, seberap...

Tinggalkan Hoax, Ambil yang Haq

Oleh: Muhammad Nur Hidayad, M.Pd *) Munculnya berita-berita hoaks di era digital seperti saat ini sebenarnya bukanlah hal yang baru. Sejarah mencatat bahwa munculnya berita hoaks atau berita bohong setua sejarah awal-awal diciptakan manusia. Kita barangkali sangat  familiar  dengan cerita Nabi Adam  'alaihissalam  yang diciptakan oleh Allah  SWT  sebagai khalifah di muka bumi ini. Melalui anugerah ilmu, Allah memuliakan Nabi Adam di atas malaikat dan iblis. Kemuliaan tersebut ditandai dengan perintah dari Allah SWT kepada para malaikat dan iblis agar bersujud (baca: hormat) kepada Nabi Adam. Saat itu, semua patuh bersujud, kecuali iblis yang dengan kesombongannya menolak untuk bersujud kepada Nabi Adam AS karena merasa dirinya lebih mulia. Dari sinilah permusuhan iblis dan Nabi Adam (baca: manusia) dimulai, termasuk munculnya pertama kali berita hoaks dari iblis kepada Nabi Adam. Setelah peristiwa itu terjadi, Allah SWT memerintahkan kepada Nabi Adam dan is...