Postingan

Menjemput Ridha yang Pasti, Melepas Lelah yang Sia-Sia

Pernahkah kita merasa lelah karena terus-menerus mencoba menjadi "sempurna" di mata orang lain? Kita menghabiskan energi untuk memastikan semua orang menyukai kita, menghargai kita, dan memberikan stempel "baik" pada diri kita. Namun, kenyataannya, sekeras apa pun kita berusaha, akan selalu ada celah bagi orang lain untuk menilai kita berbeda. Seorang ulama besar asal Suriah, Syekh Ali Tantawi rahimahullah , menuliskan sebuah renungan yang sangat mendalam tentang hakikat penilaian manusia. Nasihat ini seolah menjadi obat bagi jiwa yang lelah mencari validasi dunia. Beliau mengatakan: كُلُّنَا اَشْخَاصٌ عَادِيٌّ فِى نَظْرِ مَنْ لاَ يَعْرِفُنَا Kita semua adalah orang biasa dalam pandangan orang-orang yg tidak mengenal kita. وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ رَائِعُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يَفْهَمُنَا Kita adalah orang yang menarik di mata orang yang memahami kita. وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ مُمَيِّزُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يُحِبُّنَا Kita istimewa dalam penglihatan orang - oran...

MENJAGA KONSISTENSI IBADAH SETELAH RAMADAN

Khutbah Pertama   إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اَللهُمّ صَلّ وَسَلّمْ عَلى سيدنا مُحَمّدٍ وَعَلى آلِهِ وِأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ قَالَ اللهُ تَعَالَى: إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلائِكَةُ أَلَّا تَخَافُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَبْشِرُوا بِالْجَنَّةِ الَّتِي كُنْتُمْ تُوعَدُونَ   Ma'asyiral Muslimin Rahimakumullah Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Swt. dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Bulan Ramadhan telah mendidik kita menjadi pribadi ya...

Mendidik Anak di Era Digital

  Mendidik Anak di Era Digital Oleh: Muhammad Nur Hidayat, M.Pd *)   Alhamdulillah, segala puji bagi Allah yang mempertemukan kita kembali di bulan Ramadhan, bulan penuh berkah dan ampunan. Malam ini kita akan membahas satu tema yang sangat dekat dengan kehidupan kita: Mendidik Anak di Era Digital . Kalau dulu anak-anak kita mainnya petak umpet (sembunyi-sembunyian) di halaman rumah, sekarang mainnya “sembunyi di kamar sambil main HP”. Kalau dulu orang tua teriak, “Pulang, sudah maghrib!”, sekarang teriaknya, “Turunkan volume TikTok, sudah adzan!” Inilah realitas zaman sekarang. Era digital memang membawa peluang besar bagi kita, diantaranya anak mudah mencari ilmu, bisa belajar lewat video, bahkan berkreasi dengan teknologi AI. Tapi ancamannya juga nyata, misalnya kecanduan game, konten negatif, dan berkurangnya interaksi sosial. Maka, sebagai orang tua, kita harus serius mendidik anak agar siap menghadapi tantangan zaman. Diantara yang bisa kita lakukan dalam mendidi...

Ramadhan dan Kepedulian Lingkungan

Di penghujung tahun 2025 kemarin, kita menyaksikan bagaimana banjir dan tanah longsor melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Banyak saudara kita kehilangan keluarga, harta, bahkan tempat tinggal. Data BNPB per 14 Januari 2026 mencatat korban jiwa mencapai 1.189 orang. Belum lama, banjir juga melanda Kota Bontang pada 14 Februari 2026, berdampak pada enam kelurahan. Musibah ini mengingatkan kita bahwa kerusakan alam bukanlah sekadar “takdir alamiah”, melainkan akibat ulah manusia sendiri. Allah Ta’ala sudah mengingatkan dalam Al-Qur’an: ظَهَرَ الْفَسَادُ فِى الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ اَيْدِى النَّاسِ لِيُذِيْقَهُمْ بَعْضَ الَّذِيْ عَمِلُوْا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُوْنَ “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan perbuatan tangan manusia. (Melalui hal itu) Allah membuat mereka merasakan sebagian dari akibat perbuatan mereka agar mereka kembali ke jalan yang benar.” (QS. Ar-Rum: 41) Ayat ini secara eksplisit menginformasikan kepada kita bhawa banjir,...

Menjaga Sikap Positif dalam Bermedia Sosial

Disadari atau tidak, kita saat ini hidup di dua dunia sekaligus: dunia nyata dan dunia maya. Hampir semua dari kita punya media sosial—WhatsApp, Instagram, Facebook, YouTube, dan lain-lain. Media sosial itu ibarat dua mata pisau: bisa dipakai untuk masak, bisa juga melukai. Nah, masalahnya, ada orang yang pakai pisau bukan untuk masak, tapi untuk “ngegas” di kolom komentar. Padahal kalau pisau dipakai untuk masak, hasilnya bisa bikin kenyang. Kalau dipakai untuk melukai, hasilnya bikin orang sakit hati. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika kita bermedia sosial, diantaranya: 1.    Jaga Lisan, Jaga Jempol Rasulullah SAW bersabda: مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ “Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari-Muslim) Di zaman sekarang, “lisan” bukan hanya mulut, tapi juga jempol kita. Jangan sampai jempol lebih cepat daripada akal. A...

Menjadikan Bulan Ramadhan sebagai Momentum untuk Bertaubat

  Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Alhamdulillah, kita dipertemukan lagi dengan Ramadhan, bulan penuh rahmat dan ampunan. Dalam bulan Ramadhan ini pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, setan dibelenggu. Jadi kalau masih ada yang malas ibadah, jangan salahkan setan lagi ya.. Mungkin itu ‘setan dalam diri sendiri’ yang belum ikut dibelenggu. Baginda Nabi Saw. bersabda: إِذَا جَاءَ رَمَضَانُ، فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ، وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ النَّارِ، وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ Artinya: Apabila datang bulan Ramadhan, pintu-pintu surga dibuka, pintu-pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu (HR Bukhari).  Dari hadis tersebut dapat diambil sebuah Kesimpulan bahwa Ramadhan adalah kesempatan emas untuk membersihkan diri dari dosa dan bertaubat atas segala salah yang pernah kita perbuat. Karena di bulan ini hati lebih lembut karena puasa, lingkungan lebih religius, masjid ramai, dan setan dibelenggu, jadi lebih mudah menjaga diri. Syeikh Muhyid...

Ramadhan Terbaik: Syukur dan Kesungguhan dalam Berpuasa

 Ramadhan Terbaik: Syukur dan Kesungguhan dalam Berpuasa Oleh: Muhammad Nur Hidayad, M.Pd *) Khutbah I     اَلْحَمْدُ ِللّٰهِ جَعَلَ رَمَضَانَ شَهْرًا مُبَارَكًا، وَفَرَضَ عَلَيْنَا الصِّيَامَ لِأَجْلِ التَّقْوٰى. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ . اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلٰى سَيِّدِنَا مَحَمَّدٍ الْمُجْتَبٰى، وَعَلٰى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَهْلِ التُّقٰى وَالْوَفٰى. أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ! أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ فَقَدْ فَازَ مَنِ اتَّقَى. فَقَالَ اللهُ تَعَالٰى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ. يَاۤأَيُّهَا الَّذِيْنَ ءٰمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ   Hadirin Rahimakumullah, Sejak dua bulan yang lalu, hampir setiap kita berdoa kepada Allah Swt: “Ya Allah, berkahilah kam...