Menjemput Ridha yang Pasti, Melepas Lelah yang Sia-Sia
Pernahkah kita merasa lelah karena terus-menerus mencoba menjadi "sempurna" di mata orang lain? Kita menghabiskan energi untuk memastikan semua orang menyukai kita, menghargai kita, dan memberikan stempel "baik" pada diri kita. Namun, kenyataannya, sekeras apa pun kita berusaha, akan selalu ada celah bagi orang lain untuk menilai kita berbeda.
Seorang ulama besar asal Suriah, Syekh Ali Tantawi rahimahullah,
menuliskan sebuah renungan yang sangat mendalam tentang hakikat penilaian
manusia. Nasihat ini seolah menjadi obat bagi jiwa yang lelah mencari validasi
dunia. Beliau mengatakan:
كُلُّنَا اَشْخَاصٌ عَادِيٌّ فِى نَظْرِ مَنْ لاَ يَعْرِفُنَا
Kita semua adalah
orang biasa dalam pandangan orang-orang yg tidak mengenal kita.
وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ رَائِعُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يَفْهَمُنَا
Kita adalah orang
yang menarik di mata orang yang memahami kita.
وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ مُمَيِّزُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يُحِبُّنَا
Kita istimewa
dalam penglihatan orang - orang yang mencintai kita.
وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ مَغْرُوْرُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يَحْسُدُنَا
Kita adalah
pribadi yg menjengkelkan bagi orang yang penuh kedengkian.
وَكُلُّنَا اَشْخَاصٌ سَيِّئُوْنَ فِى نَظْرِ مَنْ يَحْقِدُ عَلَيْنَا
Kita adalah
orang-orang jahat di dalam tatapan orang - orang yang iri.
Pesan ini menyadarkan kita bahwa citra diri kita di mata manusia bukanlah
cerminan jati diri kita yang sesungguhnya, melainkan hanyalah pantulan dari
sudut pandang (perspektif) pemberi nilai tersebut. Jika mereka memandang dengan
kasih, kita tampak mulia; jika mereka memandang dengan benci, kita tampak
nista.
Oleh karena itu, Syekh Ali Tantawi menutup nasihatnya dengan sebuah
kalimat yang menggetarkan hati:
لِكُلِّ شَخْصٍ نَظْرَتُهُ، فَلاَ تَتْعَبْ نَفْسَكَ لِتُحْسِنَ
عِنْدَ الآخَرِيْنَ
Pada akhirnya,
setiap orang memiliki pandangannya masing masing, maka tak usah berlelah lelah
agar tampak baik di mata orang lain.
يَكْفِيْكَ رِضَا اللّٰهُ عَنْكَ ، رِضَا النَّاسِ غَايَةٌ لاَ تُدْرَك
Cukuplah dengan
ridha Allah bagi kita, sungguh mencari ridha manusia adalah tujuan yang tak kan
pernah tergapai.
وَرِضَا اللّٰهُ غَايَةٌ لاَ تُتْرَك ، فَاتْرُكْ مَا لاَ يُدْرَكْ
، وَاَدْرِكْ مَا لاَ يُتْرَكْ
Sedangkan Ridha
Allah, destinasi yang pasti sampai. Maka tinggalkan segala upaya mencari
keridhaan manusia, dan fokus saja pada ridha Allah.
Oleh karena
itulah, mari kita mulai berfikir untuk berhenti mengejar sesuatu yang tak
terkejar (ridha manusia) dan mulai fokus menggenggam sesuatu yang abadi (ridha
Allah).
Komentar