Menjaga Sikap Positif dalam Bermedia Sosial

Disadari atau tidak, kita saat ini hidup di dua dunia sekaligus: dunia nyata dan dunia maya. Hampir semua dari kita punya media sosial—WhatsApp, Instagram, Facebook, YouTube, dan lain-lain.

Media sosial itu ibarat dua mata pisau: bisa dipakai untuk masak, bisa juga melukai. Nah, masalahnya, ada orang yang pakai pisau bukan untuk masak, tapi untuk “ngegas” di kolom komentar. Padahal kalau pisau dipakai untuk masak, hasilnya bisa bikin kenyang. Kalau dipakai untuk melukai, hasilnya bikin orang sakit hati. Oleh karena itu, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika kita bermedia sosial, diantaranya:


1.   Jaga Lisan, Jaga Jempol

Rasulullah SAW bersabda:

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari-Muslim)

Di zaman sekarang, “lisan” bukan hanya mulut, tapi juga jempol kita. Jangan sampai jempol lebih cepat daripada akal. Ada orang baca berita setengah, langsung komentar penuh emosi. Akhirnya salah paham.

Ingat, jempol kita akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat. Jadi sebelum menulis komentar, pikir dulu: “Kalau saya tulis ini, malaikat senyum atau malaikat geleng-geleng?”


2.   Budayakan Tabayyun

Kita hidup di era banjirnya informasi. Ada yang benar, ada yang salah, bahkan hoaks. Allah SWT mengingatkan dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 6:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا

“Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya...” (QS. Al-Hujurat: 6)

Imam Ath-Thabari menjelaskan bahwa tabayyun artinya meneliti kebenaran berita, jangan terburu-buru menyebarkannya.

Bayangkan kalau ada berita: “Ada diskon besar di toko sebelah.” Kita langsung share ke semua grup, ternyata diskonnya cuma untuk sandal jepit ukuran 45. Nah, yang ukuran kaki 38 jadi kecewa. Itu baru sandal, bagaimana kalau berita politik atau agama? Bisa lebih runyam.

 

3.   Gunakan Medsos untuk Kebaikan

Media sosial bisa jadi ladang pahala kalau digunakan dengan bijak. Caranya:

-          Membagikan ayat Al-Qur’an, hadis, atau kata-kata motivasi.

-          Mengirim doa dan pesan yang menyejukkan.

-          Menyebarkan ilmu yang bermanfaat.

Mari kita jadikan media sosial sebagai sarana kebaikan, bukan keburukan. Gunakan jempol kita untuk menulis hal-hal yang mendatangkan pahala. Ingat, status kita di media sosial bisa jadi “status” kita di akhirat.

Komentar

AAN mengatakan…
Terima kasih sharingnya.

Postingan populer dari blog ini

Ramadhan Terbaik: Syukur dan Kesungguhan dalam Berpuasa

Memperbaiki Kualitas Sholat